HADAPI GEMPA BUMI, KANTOR SAR BENGKULU SUSUN RENCANA KONTINJENSI


HADAPI GEMPA BUMI, KANTOR SAR BENGKULU SUSUN RENCANA KONTINJENSI BENGKULU - Bengkulu merupakan salah satu wilayah di sebelah barat daya Sumatera-Indonesia yang dipengaruhi oleh aktivitas subduksi. Karena wilayahnya yang terletak di dekat zona subduksi lempeng samudera indo-australia dengan lempeng eurasia, maka daerah ini rawan terhadap kejadian gempa. Diketahui bahwa daerah ini juga dilewati Patahan Sumatera (Patahan Semangko), dan mendapat pengaruh dari patahan di Kepulauan Mentawai (http://digilib.itb.ac.id). Menyadari hal tersebut, peran Basarnas sebagai pelaksana SAR dalam sangat penting dalam penanggulangan bencana sebagaimana diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan bencana.Sebagai leading sector Klaster SAR dalam pelaksanaan pencarian dan pertolongan pada masa tanggap darurat, Basarnas berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Potensi SAR Lainnya. Oleh sebab itu diperlukan Rencana Kontinjensi Gempa Bumi di Bengkulu untuk memberikan panduan teknis pelaksanaan operasi SAR secara cepat, tepat, efektif, terpadu dan aman sesuai standar Basarnas, termasuk memobilisasi potensi SAR diwilayah kerja Kantor SAR Bengkulu agar jumlah korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin.Dalam sambutannya Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional Brigadir Jenderal (Marinir) Ivan Ahmad RIski Titus berharap agar rencana kontinjensi yang dibuat oleh Kantor SAR Bengkulu nantinya dapat diformalisasi melalui kegiatan rapat koordinasi dengan para potensi SAR dan diuji melalui latihan SAR dengan potensi SAR, sehingga nantinya dapat kita hasilkan suatu rencana kontinjensi yang benar-benar dapat kita terapkan menjadi suatu rencana operasi SAR apabila bencana gempa bumi benar-benar terjadi. Hadir dalam perumusan rencana kontinjensi Senin, 08 Mei 2017 yaitu TNI, POLRI, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Provinsi, BMKG, TVRI, PMI, ORARI, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi , SAR Hiadayatullah, dan Mehasiswa Pecinta Alam. Dalam paparannya, Kepala Sub Direktorat Penyelenggaraan Operasi SAR SNN Sinaga menjelaskan bahwa Renkon yang baik harus mencakup beberapa indikator, yaitu dokumen dapat dilaksanakan, memiliki skenario yang jelas, fokus pada satu ancaman, bersifat terbuka atau tidak ditutup-tutupi, adanya kejelasan peran masing-masing klaster dan ketugasannya, serta menyepakati lembar komitmen.



Kategori General Artikel .
Pengunggah : mega